Jurnal Ilmu Keperawatan
https://ejurnal.stikesmni.ac.id/jik
<p data-start="134" data-end="533">Jurnal Ilmu Keperawatan Medika Nurul Islam merupakan jurnal ilmiah yang berfokus pada pengembangan ilmu pengetahuan dan praktik di bidang keperawatan. Jurnal ini menjadi media publikasi bagi dosen, peneliti, praktisi keperawatan, serta mahasiswa untuk menyebarluaskan hasil penelitian, kajian ilmiah, dan studi kasus yang berkaitan dengan pelayanan keperawatan di berbagai tatanan layanan kesehatan.</p> <p data-start="535" data-end="946">Ruang lingkup jurnal ini meliputi keperawatan medikal bedah, keperawatan maternitas, keperawatan anak, keperawatan komunitas, keperawatan jiwa, keperawatan gerontik, manajemen keperawatan, serta pendidikan keperawatan. Selain itu, jurnal ini juga menerima artikel yang membahas inovasi dalam praktik keperawatan, evidence-based nursing, keselamatan pasien, serta isu-isu kesehatan yang berkembang di masyarakat.</p> <p data-start="948" data-end="1264">Jurnal Ilmu Keperawatan Medika Nurul Islam diterbitkan secara berkala dua kali dalam satu tahun, yaitu pada bulan Februari dan September. Setiap naskah yang dikirimkan akan melalui proses seleksi dan peer review untuk memastikan kualitas ilmiah, orisinalitas, serta kontribusi terhadap pengembangan ilmu keperawatan.</p> <p data-start="1266" data-end="1482">Dengan adanya jurnal ini, diharapkan dapat menjadi sarana pengembangan ilmu keperawatan yang berkelanjutan serta berkontribusi dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan dan profesionalisme perawat di Indonesia.</p>STIKes Medika Nurul Islam id-IDJurnal Ilmu Keperawatan2088-1851HUBUNGAN SELF EFFICACY DENGAN KECEMASAN PADA PASIEN CA MAMMAE POST OPERASI DIRUANG BEDAH UMUM RSUD TGK CHIK DITIRO KABUPATEN PIDIE
https://ejurnal.stikesmni.ac.id/jik/article/view/27
<p>Pasien kanker payudara (<em>Ca mammae</em>) pasca operasi sering mengalami permasalahan psikologis, salah satunya kecemasan, yang dapat memengaruhi proses pemulihan dan kualitas hidup pasien. Tingkat kecemasan pada pasien pasca operasi dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya adalah <em>self-efficacy</em> atau keyakinan individu terhadap kemampuannya dalam menghadapi kondisi kesehatan dan proses perawatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan <em>self-efficacy</em> dengan tingkat kecemasan pada pasien <em>Ca mammae post</em> operasi di ruang bedah umum RSUD Tgk Chik Ditiro Kabupaten Pidie. Penelitian ini menggunakan desain analitik dengan pendekatan <em>cross-sectional</em>. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien Ca mammae post operasi yang dirawat di ruang bedah umum RSUD Tgk Chik Ditiro Kabupaten Pidie, dengan jumlah sampel sebanyak 31 responden yang diambil menggunakan Teknik <em>pulposive sampling</em>. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara <em>self-efficacy</em> dengan tingkat kecemasan pada pasien Ca mammae post operasi, dengan nilai p-value = 0,001 (α < 0,05). Kesimpulan dalam penelitian ini adalah terdapat hubungan yang signifikan antara <em>self-efficacy</em> dengan tingkat kecemasan pada pasien Ca mammae post operasi di ruang bedah umum RSUD Tgk Chik Ditiro Kabupaten Pidie. Disarankan kepada perawat dan tenaga kesehatan untuk meningkatkan intervensi keperawatan yang berfokus pada penguatan <em>self-efficacy</em> pasien guna menurunkan tingkat kecemasan dan mendukung proses pemulihan pasca operasi.</p>Lisnawati RahayuDian DevitaNovita SariPutri ZaharaMaya Ariska
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmu Keperawatan Medika Nurul Islam
2026-04-222026-04-22121111PENGARUH PERAN PERAWAT TERHADAP KECEMASAN KELUARGA PASIEN TAHAP TERMINAL DI RUANG ICU RSUD TGK CHIK DITIRO KABUPATEN PIDIE
https://ejurnal.stikesmni.ac.id/jik/article/view/22
<p><strong>Abstrak: </strong>Keluarga pasien tahap terminal di ruang ICU sering mengalami kecemasan karena kondisi pasien yang kritis dan kurangnya informasi. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh peran perawat terhadap kecemasan keluarga pasien tahap terminal di Ruang ICU RSUD Tgk Chik Ditiro Kabupaten Pidie.Penelitian ini menggunakan desain analitik dengan pendekatan <strong><em>cross sectional</em></strong><strong><em>.</em></strong> Sampel berjumlah 47 responden yang dipilih dengan <strong><em>purposive sampling</em></strong><strong><em>.</em></strong> Data dikumpulkan menggunakan kuesioner peran perawat dan <strong><em>Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS)</em></strong>, kemudian dianalisis dengan uji <strong>Chi-Square</strong>.Hasil penelitian menunjukkan peran perawat sebagian besar berada pada kategori <strong>sangat berperan</strong> sebanyak 24 responden (51,1%), sedangkan kecemasan keluarga sebagian besar berada pada kategori <strong>ringan</strong> sebanyak 24 responden (51,1%). Hasil uji Chi-Square diperoleh <strong>p-value = 0,000</strong>, sehingga terdapat pengaruh yang signifikan antara peran perawat dan kecemasan keluarga pasien tahap terminal.Disimpulkan bahwa semakin baik peran perawat, semakin rendah kecemasan keluarga pasien. Perawat diharapkan terus meningkatkan komunikasi, edukasi, dan dukungan emosional kepada keluarga pasien di ruang ICU</p>Sri AmaliaMaifrizal
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmu Keperawatan Medika Nurul Islam
2026-04-222026-04-221211223HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN TINGKAT KECEMASAN PADA LANSIA DENGAN PENYAKIT JANTUNG KORONER
https://ejurnal.stikesmni.ac.id/jik/article/view/24
<p>Kecemasan berhubungan dengan kondisi jantung seperti dapat menyebabkan meningkatnya denyut jantung cepat dan p<strong>enurunan variabilitas detak jantung, hal tersebut dapat </strong>mengganggu fungsi normal jantung dan meningkatkan risiko serangan jantung mendadak serta juga dapat juga menyebabkan insiden kematian yang lebih tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang hubungan dukungan keluarga dengan tingkat kecemasan pada lansia dengan penyakit jantung koroner di wilayah kerja puskesmas Kecamatan Peukan Baro Kabupaten Pidie. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah analitik dengan pendekatan <em>cross-sectional</em>. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 41 lansia. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan dari tanggal 3 sampai 14 Juni di Wilayah Kerja Puskesmas Peukan Baro Kabupaten Pidie diperoleh hasil tidak ada hubungan yang signifikan antara tingkat dukungan emosional (P = 0,051), ada dukungan penghargaan (P = 0,018), dukungan informasional (P = 0,045) dan dukungan instrumental (P = 0,002) dengan tingkat kecemasan pada responden dengan nilai P = 0,051 yang hampir sama dengan α = 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak ada ada hubungan dukungan emosional, dan ada hubungan dukungan penghargaan, informasional, dan instrumental dengan tingkat kecemasan pada lansia dengan penyakit jantung koroner di Wilayah Kerja Puskesmas Peukan Baro Kabupaten Pidie. Disarankan kepada keluarga untuk terus memberikan dukungan dalam proses penyembuhan agar lansia tidak mutlak berobat di rumah sakit untuk pengobatan.</p>Risna
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmu Keperawatan Medika Nurul Islam
2026-04-222026-04-221212436PENGARUH EDUKASI DENGAN ANATOMICAL DOLL TERHADAP PENGENALAN AREA PRIVASI PADA ANAK USIA PRASEKOLAH
https://ejurnal.stikesmni.ac.id/jik/article/view/29
<p><strong>Abstrak:</strong> Kekerasan seksual pada anak merupakan ancaman serius yang memerlukan upaya pencegahan sejak dini. Anak usia prasekolah perlu diberikan pemahaman mengenai area privasi tubuh mereka. Penggunaan media edukasi yang interaktif seperti <em>anatomical doll</em> (boneka anatomi) diharapkan dapat mempermudah anak dalam memahami konsep area tubuh yang boleh dan tidak boleh disentuh orang lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi menggunakan <em>anatomical doll</em> terhadap tingkat pengenalan area privasi pada anak usia prasekolah di TK N Keulibeut. Penelitian ini menggunakan desain <em>Pre-Experimental</em> dengan rancangan <em>One Group Pretest-Posttest</em>. Populasi penelitian adalah seluruh anak di TK N Keulibeut dengan jumlah sampel sebanyak 60 responden yang diambil menggunakan teknik <em>total sampling</em>. Instrumen penelitian berupa lembar observasi/kuesioner pengenalan area privasi. Intervensi diberikan berupa edukasi menggunakan media boneka anatomi. Analisis data menggunakan uji <em>Wilcoxon</em> untuk melihat perbedaan sebelum dan sesudah intervensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum diberikan edukasi (<em>pretest</em>), mayoritas responden memiliki pengetahuan dalam kategori kurang (46,7%). Setelah diberikan edukasi menggunakan <em>anatomical doll</em> (<em>post-test</em>), terjadi peningkatan signifikan di mana mayoritas responden berada pada kategori baik (66,7%). Hasil uji statistik menunjukkan nilai <em>p-value</em> = 0,001 < 0,05), yang berarti terdapat pengaruh yang signifikan. Edukasi menggunakan media <em>anatomical doll</em> efektif dalam meningkatkan pengenalan area privasi pada anak usia prasekolah. Media ini disarankan untuk digunakan oleh tenaga pendidik dan orang tua sebagai metode preventif kekerasan seksual pada anak.</p>Novita Sari
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmu Keperawatan Medika Nurul Islam
2026-04-222026-04-221213742HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA, PENGETAHUAN, DAN TINGKAT PENDIDIKAN DENGAN KEPATUHAN PENGOBATAN PADA PASIEN TUBERKULOSIS PARU DI RSUD TGK. CHIK DITIRO SIGLI
https://ejurnal.stikesmni.ac.id/jik/article/view/28
<p>Tuberkulosis (TB) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang membutuhkan pengobatan secara teratur dan berkesinambungan untuk mencapai keberhasilan terapi. Kepatuhan pengobatan dapat berkaitan dengan berbagai faktor individual dan sosial, termasuk dukungan keluarga, pengetahuan, dan tingkat pendidikan pasien. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan dukungan keluarga, pengetahuan, dan tingkat pendidikan dengan kepatuhan pengobatan pada pasien TB paru di Poliklinik Paru RSUD Tgk. Chik Ditiro Sigli. Penelitian menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan <em>cross-sectional</em> dan dilaksanakan pada Januari–Maret 2026. Sebanyak 72 pasien TB paru yang memenuhi kriteria penelitian dipilih menggunakan teknik <em>accidental sampling</em>. Data dukungan keluarga dan pengetahuan diperoleh melalui wawancara menggunakan kuesioner, sedangkan kepatuhan pengobatan dinilai berdasarkan catatan pengobatan pasien. Data dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji <em>Chi-square</em> dengan tingkat kemaknaan <em>p</em><0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 66,7% responden patuh terhadap pengobatan. Proporsi kepatuhan lebih tinggi pada pasien yang memperoleh dukungan keluarga (82,5%) dibandingkan yang kurang memperoleh dukungan (46,9%; <em>p</em>=0,001). Kepatuhan pada pasien dengan pengetahuan baik mencapai 90,9%, dibandingkan 46,2% pada pasien dengan pengetahuan kurang (<em>p</em><0,001). Berdasarkan pendidikan, kepatuhan ditemukan sebesar 100% pada kelompok pendidikan tinggi, 77,8% pada pendidikan menengah, dan 47,1% pada pendidikan dasar (<em>p</em>=0,001). Dukungan keluarga, pengetahuan, dan tingkat pendidikan berhubungan secara signifikan dengan kepatuhan pengobatan TB paru. Penguatan edukasi yang disesuaikan dengan kemampuan pasien serta pelibatan keluarga sebagai bagian dari dukungan pengobatan diperlukan untuk membantu mempertahankan kepatuhan selama terapi.</p>JunaidiNurdin
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmu Keperawatan Medika Nurul Islam
2026-04-222026-04-221214351DETERMINAN PEMBERIAN KONSUMSI BUAH DAN SAYUR SEGAR PADA BALITA DI KEMUKIMAN TEUPIN RAYA KABUPATEN PIDIE
https://ejurnal.stikesmni.ac.id/jik/article/view/31
<p><strong>Abstrak: </strong>Konsumsi buah dan sayur merupakan bagian penting dalam pemenuhan kebutuhan gizi balita karena mengandung vitamin, mineral, dan serat yang berperan dalam pertumbuhan dan perkembangan anak. Namun, konsumsi buah dan sayur pada balita masih tergolong rendah, terutama pada keluarga dengan tingkat pengetahuan dan pendapatan yang kurang memadai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui determinan pemberian konsumsi buah dan sayur segar pada balita di Kemukiman Teupin Raya Kabupaten Pidie Tahun 2025. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh ibu yang memiliki balita sebanyak 95 orang dengan teknik pengambilan sampel total sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner dan dianalisis secara univariat menggunakan distribusi frekuensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden tidak memberikan konsumsi buah segar secara rutin pada balita yaitu sebanyak 51 responden (53,7%). Pengetahuan ibu mayoritas berada pada kategori baik sebanyak 44 responden (46,3%), sedangkan pendapatan keluarga mayoritas berada pada kategori kurang sebanyak 49 responden (51,6%). Hasil tabulasi silang menunjukkan bahwa pengetahuan yang baik mayoritas memiliki pemberian buah segar pada balita sebanyak 44 responden (100%), sedangkan pendapatan yang kurang mayoritas tidak memberikan buah segar pada balita sebanyak 49 responden (100%). Kesimpulannya, pengetahuan dan pendapatan merupakan determinan penting dalam pemberian konsumsi buah dan sayur segar pada balita<strong>.</strong></p>Ira SalmiyahNovita Sari
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmu Keperawatan Medika Nurul Islam
2026-04-222026-04-221215256FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN DISMENORE PADA SISWI DI SMA N 1 BANDAR BARU KABUPATEN PIDIE JAYA
https://ejurnal.stikesmni.ac.id/jik/article/view/32
<p class="isselectedend" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 11.0pt;">Dismenore merupakan masalah kesehatan reproduksi yang sering dialami remaja putri dan dapat berdampak pada penurunan konsentrasi belajar, kehadiran di sekolah, serta produktivitas akademik. Berbagai faktor diduga berhubungan dengan kejadian dismenore, di antaranya tingkat stres, usia menarche, riwayat keluarga, dan aktivitas fisik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan dismenore pada siswi di SMA Negeri 1 Bandar Baru Kabupaten Pidie Jaya. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif analitik dengan pendekatan <em>cross-sectional</em>. Sampel penelitian berjumlah 58 siswi kelas IX yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner yang meliputi dismenore (24 pertanyaan), tingkat stres (10 pertanyaan), usia menarche (1 pertanyaan), riwayat keluarga (3 pertanyaan), dan aktivitas fisik (9 pertanyaan). Analisis data dilakukan secara bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usia menarche (<em>p</em> = 0,004) dan riwayat keluarga (<em>p</em> = 0,006) berhubungan secara signifikan dengan kejadian dismenore. Sebaliknya, tingkat stres (<em>p</em> = 0,239) dan aktivitas fisik (<em>p</em> = 0,144) tidak menunjukkan hubungan yang signifikan dengan kejadian dismenore. Usia menarche dan riwayat keluarga merupakan faktor yang berhubungan dengan kejadian dismenore pada siswi SMA Negeri 1 Bandar Baru Kabupaten Pidie Jaya, sedangkan tingkat stres dan aktivitas fisik tidak berhubungan secara signifikan dengan kejadian dismenore.</span></p>Maya AriskaNovita SariDian Devita
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmu Keperawatan Medika Nurul Islam
2026-04-222026-04-221215764FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEJADIAN VENTILATOR ASSOCIATED PNEUMONIA PADA PASIEN DENGAN PEMASANGAN VENTILATOR DI RUANG INTENSIF CARE UNIT (ICU) RSUD TGK CHIK DITIRO SIGLI
https://ejurnal.stikesmni.ac.id/jik/article/view/23
<p><em>Ventilator Associated pneumonia</em> menjadi masalah paling sering terjadi pada pasien kritis yang menggunakan ventilator diruang ICU yang dapat menyebabkan peningkatan angka kesakitan, kematian, dan biaya perawatan Dirumah sakit. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian <em>ventilator associated</em> pneumonia pada pasien dengan pemasangan ventilator. Penelitian ini bersifat analitik dengan desain penelitian <em>cross sectional</em>. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 60 orang. Teknik pengambilan sampel yang dilakukan secara total sampling dengan jumlah sampel 60 orang. Penelitian ini telah dilakukan pada 15 Mei – 26 Juni 2025. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner. Analisa data dengan menggunakan uji univariat dan bivariat dengan taraf signifikan 95%. Hasil penelitian didapatkan bahwa ada pengaruh faktor usia dengan kejadian <em>ventilator associated</em> pneumonia (<em>p value</em> =0,000), terdapat pengaruh faktor jenis kelamin dengan kejadian <em>ventilator associated pneumonia</em> (<em>p value</em>=0,004), terdapat pengaruh faktor lama penggunaan ventilator dengan kejadian <em>ventilator associated pneumonia</em> (<em>p value</em>=0,000), terdapat pengaruh faktor <em>oral hygiene</em> dengan kejadian <em>ventilator associated pneumonia</em> (<em>p value</em>=0,000). Kesimpulan dari penelitian ini adalah <em>Ventilator Associated Pneumonia</em> (VAP) merupakan masalah serius yang sering terjadi pada pasien kritis di ruang ICU. Faktor-faktor usia, jenis kelamin, lama penggunaan ventilator, dan <em>oral hygiene</em> mempengaruhi secara signifikan kejadian VAP. Perhatian dan tindakan pencegahan yang tepat terhadap faktor-faktor risiko ini dapat membantu mengurangi insiden VAP di rumah sakit. saran pentingnya perhatian ekstra terhadap faktor-faktor risiko yang telah diidentifikasi untuk mengurangi kejadian VAP di ruang ICU.</p>Dian DevitaLisnawati RahayuMaya AriskaNovita Sari
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmu Keperawatan Medika Nurul Islam
2026-04-222026-04-221216572PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN MENGGUNAKAN MEDIA VIDEO ANIMASI TERHADAP PERILAKU ANAK TENTANG BAGIAN TUBUH PRIBADI
https://ejurnal.stikesmni.ac.id/jik/article/view/30
<p><strong>Abstrak: </strong>Pendidikan seksual pada anak usia sekolah dasar sangat penting sebagai upaya pencegahan kekerasan seksual yang terus meningkat. Kurangnya pengetahuan anak tentang bagian tubuh pribadi menyebabkan anak rentan menjadi korban. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan menggunakan media video animasi terhadap perilaku anak usia sekolah tentang empat bagian tubuh penting yang tidak boleh disentuh di SDN 1 Teubeng Kecamatan Pidie. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif quasi experimental dengan pendekatan pre-test dan post-test with control group. Sampel berjumlah 30 responden yang dibagi menjadi dua kelompok yaitu 15 kelompok kontrol dan 15 kelompok eksperimen. Analisis data menggunakan uji statistik untuk melihat perbedaan sebelum dan sesudah intervensi. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh pendidikan kesehatan dengan media video animasi terhadap perilaku anak ditinjau dari pengetahuan (p-value = 0,002), sikap (p-value = 0,009), dan tindakan (p-value = 0,008). Media video animasi terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman anak karena memberikan stimulus visual dan audio secara bersamaan. Disarankan kepada pihak sekolah untuk mengimplementasikan pendidikan kesehatan berbasis media video secara berkelanjutan sebagai upaya pencegahan kekerasan seksual pada anak.</p>Novita Sari
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmu Keperawatan Medika Nurul Islam
2026-04-222026-04-221217378FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PENGETAHUAN IBU TENTANG PERKEMBANGAN MENTAL PADA ANAK 3-4 TAHUN DI GAMPONG PULO TU KECAMATAN SIMPANG TIGA KABUPATEN PIDIE
https://ejurnal.stikesmni.ac.id/jik/article/view/34
<p>Perkembangan mental anak usia balita merupakan komponen penting dalam menunjang kemampuan kognitif, emosional, dan sosial anak. Gangguan perkembangan mental yang tidak terdeteksi sejak dini dapat menimbulkan dampak jangka panjang terhadap proses belajar dan perilaku anak. Namun, pengetahuan ibu tentang perkembangan mental anak masih terbatas, karena ibu cenderung lebih memahami perkembangan motorik dibandingkan aspek mental. Kondisi ini menunjukkan pentingnya peningkatan pemahaman ibu dalam pemantauan perkembangan mental anak menggunakan skala Yaumil Mimi. Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pengetahuan ibu tentang perkembangan mental menurut skala Yaumil Mimi pada anak 3–4 tahun di Gampong Pulo Tu Kecamatan Simpang Tiga Kabupaten Pidie. Metode Penelitian: Penelitian ini bersifat analitik dengan desain cross sectional. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 19–25 November 2025. Populasi penelitian adalah seluruh ibu yang memiliki anak 3–4 tahun sebanyak 33 orang dengan teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis dengan uji chi-square. Hasil Penelitian: Terdapat hubungan antara sikap ibu (p=0,016), sumber informasi (p=0,000), dukungan keluarga (p=0,005), pekerjaan ibu (p=0,023), dan umur ibu (p=0,006) dengan pengetahuan ibu tentang perkembangan mental anak. Kesimpulan: Sikap, sumber informasi, dukungan keluarga, pekerjaan, dan umur ibu berhubungan secara signifikan dengan pengetahuan ibu mengenai perkembangan mental anak 3–4 tahun. Saran: Hasil penelitian ini dapat menjadi dasar bagi tenaga kesehatan dan pihak terkait untuk memperkuat program edukasi dan skrining perkembangan mental anak usia dini di masyarakat.</p>Susi AndrianiWilda Afwa
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmu Keperawatan Medika Nurul Islam
2026-04-222026-04-221217985HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP MASYARAKAT TENTANG PEMANFAATAN TANAMAN OBAT KELUARGA (TOGA) DI KEMUKIMAN PEUKAN KECAMATAN SIMPANG TIGA
https://ejurnal.stikesmni.ac.id/jik/article/view/36
<p>Tanaman Obat Keluarga (TOGA) merupakan salah satu bentuk kearifan lokal yang masih banyak dimanfaatkan oleh masyarakat Aceh sebagai alternatif pengobatan tradisional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap masyarakat tentang pemanfaatan tanaman obat keluarga (TOGA) di Kemukiman Peukan Kecamatan Simpang Tiga. Jenis penelitian ini tergolong dalam penelitian survey dengan metode kuantitatif korelatif serta desain penelitian <em>cross sectional </em>pada 95 responden. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan pengetahuan dan sikap Masyarakat di kemukiman peukan Kecamatan Simpang Tiga berada pada kategori cukup dengan persentase pengetahuan 42,1% dan persentase sikap 58,9% dengan tingkat kesalahan 0,05 diperoleh nilai <em>p-value</em> = 0,000<0.05. Dari data yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan pengetahuan dan sikap masyarakat tentang pemanfaatan tanaman obat keluarga (TOGA) di Kemukiman Peukan Kecamatan Simpang Tiga (p = 0,000).</p>Lia FadliahSalsabila JahiraKasrawati
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmu Keperawatan Medika Nurul Islam
2026-04-222026-04-221218689HUBUNGAN PENGETAHUAN DENGAN PEMILIHAN ALAT KONTRASEPSI PADA IBU PASANGAN USIA SUBUR DI UPTD PUSKESMAS TEUNOM KABUPATEN ACEH JAYA
https://ejurnal.stikesmni.ac.id/jik/article/view/35
<p>Pertimbangan akseptor dalam menentukan pilihan jenis kontrasepsi tidak hanya karena terbatasnya metode yang tersedia, tetapi juga kurangnya pengetahuan tentang kesesuaian alat kontrasepsi dengan tujuan penggunaannya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan dengan pemilihan alat kontrasepsi pada ibu pasangan usia subur di UPTD Puskesmas Teunom Kabupaten Aceh Jaya. Metode penelitian ini menggunakan jenis penelitian bersifat analitik dengan desain <em>cross-sectional</em>. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu PUS yang menggunakan alat kontrasepsi di UPTD Puskesmas Teunom yaitu berjumlah 1316 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan <em>accidental sampling</em> yang berjumlah 92 responden. Hasil penelitian mayoritas responden dengan pengetahuan kurang yaitu sebanyak 36 orang (19,6%), mayoritas responden dengan pemilihan alat kontrasepsi non MKJP yaitu sebanyak 64 orang (69,6%). Kesimpulan penelitian ini ada hubungan pengetahuan dengan pemilihan alat kontrasepsi pada ibu pasangan usia subur di UPTD Puskesmas Teunom Kabupaten Aceh Jaya, dengan <em>P-Value</em> 0,001 (P ≤ 0,05).</p>Sevty Lolo Marheyeni ManikVieky Zuliza Pratiwi
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmu Keperawatan
2026-04-222026-04-221219095UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI FRAKSI ETIL ASETAT DAUN SIRIH HIJAU (Piper betle L) DARI PEGUNUNGAN TANGSE TERHADAP BAKTERI STAPHYLOCOCCUS EPIDERMIDIS
https://ejurnal.stikesmni.ac.id/jik/article/view/33
<p>Bakteri <em>Staphylococcus epidermidis</em> bermutasi sehingga mengakibatkan infeksi kulit, infeksi sepsis, infeksi osteomyelitis dan infeksi endokarditis. Salah satu tanaman yang dapat dimanfaatkan adalah daun sirih hijau. Daun sirih hijau mengandung berbagai macam metabolit sekunder yang memiliki aktivitas biologis seperti antibakteri. Penelitian ini bertujuan mengetahui aktivitas antibakteri fraksi etil asetat daun sirih hijau (<em>Piper betle L</em>.) dari pegunungan tangse terhadap bakteri <em>Staphylococcus epidermidis.</em> Metode penelitian yaitu eksperimental laboratorium dengan rancangan post-test only group design. Hasil menunjukkan bahwa aktivitas antibakteri fraksi etil asetat daun sirih hijau (<em>Piper betle L</em>.) terhadap <em>staphylococcus epidermidis</em> didapatkan bahwa konsentrasi 1% memiliki zona hambat 11,2 mm kategori kuat, konsentrasi 3% memiliki zona hambat 16,4 mm kategori kuat, konsentrasi 5% memiliki zona hambat 19,3 mm kategori kuat, kontrol positif (tetrasiklin) memiliki zona hambat 31,72 mm kategori sangat kuat dan kontrol negatif (DMSO 10%) tidak memiliki zona hambat. Kesimpulan penelitian Semakin tinggi konsentrasi maka semakin besar zona hambat yang dihasilkan serta adanya pengaruh fraksi etil asetat daun sirih hijau (Piper Betle L) terhadap aktivitas antibakteri staphylococcus epidermidis dengan nilai P-value 0,000. Diharapkan penelitian lebih lanjut dengan melakukan uji toksikologi ekstrak daun sirih hijau sebagai antibakteri terhadap <em>Staphylococcus epidermidis</em> dan mengganti media lainnya dengan media MHA.</p>KasrawatiLia FadliahJeny Riska Vatica
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmu Keperawatan
2026-04-222026-04-2212196104