HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA, PENGETAHUAN, DAN TINGKAT PENDIDIKAN DENGAN KEPATUHAN PENGOBATAN PADA PASIEN TUBERKULOSIS PARU DI RSUD TGK. CHIK DITIRO SIGLI
Kata Kunci:
dukungan keluarga, kepatuhan pengobatan, pendidikan, pengetahuan, tuberkulosis paruAbstrak
Tuberkulosis (TB) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang membutuhkan pengobatan secara teratur dan berkesinambungan untuk mencapai keberhasilan terapi. Kepatuhan pengobatan dapat berkaitan dengan berbagai faktor individual dan sosial, termasuk dukungan keluarga, pengetahuan, dan tingkat pendidikan pasien. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan dukungan keluarga, pengetahuan, dan tingkat pendidikan dengan kepatuhan pengobatan pada pasien TB paru di Poliklinik Paru RSUD Tgk. Chik Ditiro Sigli. Penelitian menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional dan dilaksanakan pada Januari–Maret 2026. Sebanyak 72 pasien TB paru yang memenuhi kriteria penelitian dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Data dukungan keluarga dan pengetahuan diperoleh melalui wawancara menggunakan kuesioner, sedangkan kepatuhan pengobatan dinilai berdasarkan catatan pengobatan pasien. Data dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-square dengan tingkat kemaknaan p<0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 66,7% responden patuh terhadap pengobatan. Proporsi kepatuhan lebih tinggi pada pasien yang memperoleh dukungan keluarga (82,5%) dibandingkan yang kurang memperoleh dukungan (46,9%; p=0,001). Kepatuhan pada pasien dengan pengetahuan baik mencapai 90,9%, dibandingkan 46,2% pada pasien dengan pengetahuan kurang (p<0,001). Berdasarkan pendidikan, kepatuhan ditemukan sebesar 100% pada kelompok pendidikan tinggi, 77,8% pada pendidikan menengah, dan 47,1% pada pendidikan dasar (p=0,001). Dukungan keluarga, pengetahuan, dan tingkat pendidikan berhubungan secara signifikan dengan kepatuhan pengobatan TB paru. Penguatan edukasi yang disesuaikan dengan kemampuan pasien serta pelibatan keluarga sebagai bagian dari dukungan pengobatan diperlukan untuk membantu mempertahankan kepatuhan selama terapi.



